Thursday, April 26, 2012

Makanan Ikan Guppy

Makanan guppy tidaklah terlalu sulit, di alam liar makanan ikan guppy berupa plankton dan binatang air yang kecil serta lumut kecil.
Di dalam kolam pembudidayaan makanan ikan Guppy terbagi dua, makanan buatan dan makanan alami.
Makanan buatan antara lain; pelet, tahu putih, roti tawar, kuning telur yang sudah direbus atau sisa makanan lain, sedangkan makanan alami bisa berupa kutu air, microworm, jentik nyamuk, cacing halus dan yang lainnya.
Dalam pemberian makanan terhadap ikan guppy sebaiknya di seimbangkan antara makanan alami dan makanan buatan, hal ini untuk meningkatkan napsu makan ikan guppy.
Makanan pelet bisa dijadikan makanan utama sedangkan makanan yang lain bisa dijadikan makanan pengganti, tetapi harus diperhatikan dalam memilih pelet, pilihlah pelet yang kwalitasnya baik, jangan memilih pelet yang kwalitas gizi dan proteinnya rendah.
Sebaiknya makanan pengganti diberikan dua atau tiga hari sekali, bisa berupa makanan alami bisa juga makanan buatan berupa tahu atau roti tawar. Tahu dan roti tawar sangat baik untuk menjaga stamina dan daya tahan tubuh ikan guppy dari serangan penyakit, terutama buat burayak, namun porsi harus tetap di perhatikan karna bila terlalu banyak dan sisa makanan tersebut tidak segera di angkat dan di buang di khawatirkan akan menjamur dan menimbulkan bibit penyakit.
Jentik nyamuk sangat baik untuk indukan yang sedang dalam tahan perkawinan, biasanya dari pengalaman indukan yang di beri makanan berupa jentik nyamuk hasil produksinya akan lebih baik.
Microworm sangat baik diberikan kepada burayak yang baru lahir minimal usia tiga hari sampai satu minggu, burayak yang baru lahir dan diberi makanan microworm sebelum mengenal makanan berupa pelet tingkat kematiannya sangat rendah.

Postingan ini berdasarkan pengalaman pribadi dan beberapa sumber...
semoga bermanfaat..

Tuesday, April 17, 2012

Cara Merawat Anakan Guppy atau Burayak

Anakan Guppy atau biasa kita sebut BURAYAK, perawatannya gampang gampang susah bila kita salah dalam cara perawatannya tingkat kematian burayak akan sangat tinggi.
Dari pengalaman pribadi usahakan agar burayak yang masih dalam perut indukan sudah mulai kita perhatikan, indukan yang sudah hamil kita pisahkan ke tempat khusus, bisa kolam massal persalinan atau wadah wadah kecil untuk setiap indukan, yang penting pola pakan dan kondisi air tetap kita perhatikan.
Bila kita menggunakan kolam massal khusus indukan hamil, jangan lupa kolam harus dikasih tumbuhan air yang banyak akarnya, semakin banyak tumbuhan air semakin bagus karna akar akar tumbuhan air dapat berfungsi sebagai tempat persembunyian burayak, burayak yang telah lahir harus segera kita angkat dan pindahkan ke kolam khusus burayak, memang kita harus rajin dan telaten dalam mengangkat burayak burayak yang telah lahir tersebut, bila tidak bisa jadi burayak burayak tersebut akan di makan oleh indukan lain.
Bisa juga indukan yang sudah terlihat siap akan melahirkan kita pisahkan dan karantina tersendiri di wadah kecil, gunanya agar burayak burayak yang lahir tidak di kanibal indukan lain, setelah burayak dilahirkan biarkan burayak hidup dengan indukan dan tunggu satu atau dua hari kemudian baru kita pisahkan burayak dengan indukan, indukan kita campur kembali ke kolam indukan betina atau bisa juga langsung  dikawinkan kembali dengan pejantan, akan tetapi biasanya indukan guppy dalam sekali perkawinan bisa untuk beberapa kali kehamilan, artinya dalam kurun waktu tertentu indukan guppy bisa hamil beberapa kali tetapi cukup sekali pembuahan oleh pejantan.

Monday, March 12, 2012

Budidaya Ikan Guppy

Untuk membudidayakan ikan hias guppy tidak terlalu sulit, karena pada dasarnya ikan guppy dapat hidup di berbagai jenis kondisi air, namun untuk mendapatkan hasil dan kwalitas ikan guppy yang baik kita mesti memperhatikan beberapa faktor, diantaranya kondisi air, jenis makanan serta kepadatan ikan.
Sarana untuk membudidayakan ikan guppy dapat dilakukan di dalam kolam bak semen, kolam terpal, bisa juga memakai wadah wadah tertentu seperti Drum kaleng,drum plastik, atau bisa juga memakai bak dan ember plastik.
Ikan Guppy tidak membutuhkan kolam yang terlalu dalam karna pada dasarnya ikan guppy  hidupnya di permukaan air, ketinggian air cukup 40cm dari dasar kolam, namun harus diperhatikan kepadatan ikan, jangan sampai terlalu padat, kondisi idealnya satu liter air untuk lima ekor ikan. Untuk penggantian air cukup satu minggu sekali diganti, namun tidak perlu semuanya cukup setengahnya saja yang diganti, usahakan air yang dibuang adalah air yang didasar kolam dengan asumsi kotoran ikan dan sisa makanan dapat ikut terbuang sehingga kondisi kolam jadi bersih dan air pengganti adalah air yang sudah tua atau air yang sudah diendapkan  minimal sehari semalam.
Untuk menjaga kestabilan PH air di dalam kolam sebaiknya dikasih tumbuhan air, bisa eceng gondok, teratai air atau sejenisnya, sedangkan akar tumbuhan tersebut dapat berfungsi sebagai tempat persembunyian anakan guppy agar tidak di kanibal oleh guppy dewasa.
Sebaiknya Guppy pejantan dan Indukan betina dipisahkan dalam kolam tersendiri, disatukan dalam satu kolam pada saat perkawinan saja.

Pilih Indukan yang sehat, gerakan yang lincah, ukuran yang relatif besar dan usahakan ekor indukan yang berwarna dan sayap lebar. Untuk pejantan usahakan mengambil ikan guppy yang sejenis dengan jenis betina, dengan harapan menghasilkan burayak yang sejenis, sehingga menjaga Strain aslinya. Pilih Pejantan yang warna sayap ekornya cerah, geraknya juga lincah.
Setelah indukan dan pejantan dipilih masukan ke dalam kolam perkawinan, perbandingan antara pejantan dan betina 1 : 3, setelah indukan dibuahi biasanya perut mulai buncit, usahakan agar indukan yang telah hamil di pisahkan tersendiri ke kolam khusus persalinan atau bisa juga menggunakan wadah wadah kecil khusus untuk persalinan indukan.
Beri makan yang cukup Indukan yang telah dibuahi sehari tiga kali pagi, siang dan sore hari.
Indukan Guppy siap melahirkan bila perut sudah membesar, gerakan sudah lambat dan ada tanda seperti titik hitam pada kelaminnya, terkadang calon burayak tampak jelas di dalam perut indukan.
Setelah burayak lahir dan sudah terlihat mulai berenang sebaiknya di pisahkan dalam kolam tersendiri.

Posting ini berdasarkan pengalaman pribadi.

Thursday, March 1, 2012

Ikan Hias Guppy

Guppy atau ikan Cere (Poecilia reticulata) termasuk dalam Ikan Hias air tawar, Jenis ikan ini sangat mudah dalam penyesuaian diri terhadap lingkungan dan sangat mudah untuk berkembang biak, sehingga pertumbuhannya sangat cepat. Di alam liar ikan Guppy ini biasa hidup didalam parit parit atau selokan, namun karena ukurannya yang mungil sehingga corak warnanya kurang menonjol bahkan terkadang tidak terlihat warnanya.
Untuk membedakan jenis kelamin jantan dan betina dari jenis ikan Guppy ini sangatlah mudah, dari ukuran bentuknya jenis Guppy betina cendrung lebih besar ukurannya dibandingkan dengan jenis Guppy pejantan, Guppy betina  ukurannya bisa sampai 4-6 cm bahkan lebih dengan perut gendut berwarna putih bening, sedang Guppy pejantan sekitar 2½–3½ cm dengan tubuh ramping penuh corak warna. Dari segi warna, Pejantan Guppy cendrung lebih indah corak warnanya dibandingkan dengan jenis Guppy betina, Corak warna ikan Guppy pejantan yang lebih cemerlang dan warnanya bervariasi inilah yang membuat menarik kita untuk memelihara dan menjadikan ikan Guppy sebagai salah satu ikan hias.
Dalam hal pemeliharaan ikan Guppy tidaklah terlalu sulit, karna pada dasarnya ikan Guppy sangat mudah dalam menyesuaikan hidupnya di pelbagai perairan, namun akan lebih baik bila kita hendak memeliharanya harus disesuaikan semaksimal mungkin dengan habitat aslinya. Di alam liar ikan Guppy hidup disuhu sekitar 27 °C (72 °F) dan makanan utamanya adalah Zooplankton dan bahan bahan organik di dasar air.
Dalam hal berkembang biak ikan Guppy termasuk dalam jenis Livebearers atau melahirkan anak anaknya, dimana pembuahan telur telurnya terjadi didalam perut induk betina, seekor Guppy betina pada setiap kelahiran mampu melahirkan antara 5 sampai 100 ekor anak anaknya atau biasa disebut dengan Burayak. Menjelang saat saat melahirkan didalam perut induk betina terlihat jelas bintik bintik mata burayak yang akan dilahirkan, begitu dilahirkan dari perut induknya, burayak mampu hidup sendiri berenang untuk mencari makan dan menghindar dari musuh musuhnya, namun kadangkala sang pejantan pun menjadi musuhnya dan manjadi kanibal terhadap burayak yang baru lahir, untuk mengantisipasinya alangkah baiknya pejantan harus di pisahkan dari betina yang akan melahirkan, atau sang indukan yang akan melahirkan sebaiknya kita karantina, sehari setelah melahirkan sang induk Guppy betina sudah bisa kita campur kembali dengan pejantan karena sebenarnya beberapa jam setelah melahirkan pun induk betina Guppy sudah siap untuk dikawinkan kembali.
Dalam pemeliharaannya pun ikan Guppy dapat digabungkan dalam satu tempat dengan ikan lainnya, tentunya dengan jenis ikan yang tidak  bersifat kanibal.
Untuk mendapatkan warna Guppy yang cerah sebaiknya dari usia burayak ikan Guppy harus mendapatkan sinar matahari yang cukup, karna bila tidak maka corak warna yang di dapatkan akan pudar dan kurang cerah, hal ini akan mengurangi kwalitas dan keindahan ikan Guppy.
Pada dasarnya corak warna dasar Guppy ada empat warna yaitu abu-abu, emas, pirang dan albino, namun dalam perkembangannya saat ini terdapat ribuan jenis Guppy dengan berbagai corak warna, hal ini hasil daripada perkawinan silang yang menghasilkan timbulnya varian varian warna warni baru, sehingga bila dikelompokkan berdasarkan corak warnanya terdapat beberapa jenis Guppy, seperti Guppy Single color, Guppy Bicolor, Guppy Mozaic, Guppy Metalic, Guppy Snakeskin dan lain lain, begitu juga berdasarkan bentuk tubuh dan bentuk ekornya terdapat beberapa kelompok seperti Guppy Short tail, Guppy Veir tail, Guppy Delta tail, Guppy Ribbon, Guppy Swallow, dan masih banyak lagi.

Posting ini di ambil dari berbagai sumber.. semoga bermanfaat